Wednesday, April 7, 2010

The Freak Tale of Green Day in: Rapunzel in Drama (Part. 2)

Pukul 9 tepat, Billie serta adik angkatnya pun berangkat menuju studio 880 dengan mengendarai mobilnya. Tak lupa, Billie mengontak 2 sohibnya, Mike dan Tre Cool untuk membantunya di dapur rekaman nanti. Sampai di sana, mereka sudah keduluan Mike dan Tre. Tampak Mike sedang duduk dengan manisnya. Sementara itu, Tre Cool masang tampang asem.
“ Gue masih ngantukkk...!!“ amuknya begitu ditanya oleh Audrey.
Buru-buru Audrey menarik Billie dan Mike menuju ke dapur rekaman supaya tidak terkena mencak2 dari Tre Cool yang masih ngantuk.
Kelar rekaman, Audrey melirik arlojinya yang berwarna putih dan berukuran seperti jam tangan Ben Ten.
“ Waduh, Bill! Gue lupa kalau latihannya dimulai pukul 11.“ Kata Audrey
“ Sini, gue anter lo ke sekolah pakai mobil.“ Kata Billie sambil mengambil kunci mobilnya.
Sungguh baik hati sekali Billie mengantarkan Audrey ke tempat latihannya yakni, gedung teater di sekolah secara ASAP(As Soon As Possible) dengan mobilnya. Masih untung Audrey hanya telat setengah jam.
“ Sorry, gue telat banget. Tadi gue abis ngerekam suara buat background suara. Sie dekorasi gimana? Papan panggung udah pada bener semua,kan? Yang lain udah pada tahu belum peran si Stella diganti oleh gue?“ begitu sampai, Audrey langsung melontarkan pertanyaan.
“ Sip, Drey. Semuanya sudah aman, lengkap dan terkendali.“ ujar Alpha, salah satu anggota dari Sie dekorasi. Dia mengacungkan jempolnya tanda sudah kelar semua.
“ Hey, Drey!”
Audrey menoleh. Rupanya Danny yang memanggil cewek beke ini. Danny memang berpartisipasi pula dalam drama ini. Perannya sederhana. Menjadi pohon pinus di musim gugur yang rantingnya hanya melambai-lambai tertiup angin.
“Yak? Kenapa?”
“ Lo kok kayaknya panik banget.”
“ Hah? Oh, gue emang suka panik kalo misalnya dapat peran dadakan. Apalagi waktu kita cuma tinggal seminggu lagi.”
“ Well, gue yakin lo pasti bisa. Soalnya, para cewek pada gak mau ngambil peran ini. Jadi..”
“ Ehhh, lo udah ngebuat kaki Stella jadi keseleo gara2 lo ngajak ngobrol Tante gue. Sekarang lo malah gangguin jam latihannya. Minggat sana. Giliranmu belum mulai.” Usir Joey. Didorongnya kakak kelasnya itu menuju ke pinggir panggung.

Hari Hpun tiba. Sejam lagi, pertunjukkan drama akan dimulai. Di balik panggung, Audrey masih saja tegang. Yaaa…. Walaupun sedikit.
“ Hei, Drey, untung aja gue gak jadi pentas.” Ujar Stella senang.
Kebetulan tema kostumnya itu abad ke 15. Audreypun tentu saja memakai kostum ala penyihir di zaman itu. Baju terusan berwarna ungu kismis kering dengan ikatan tali ikat pinggang berwarna sama. Cuman, baju itu menyentuh lantai. Padahal sudah Audrey lipat beberapa senti dengan jahitan. Namur, berhubung dengan tinggi Audrey yang gak ngedukung banget, walhasil, tetap saja bajunya menyentuh lantai. Sesekali, ujung kostumnya terinjak olehnya secara tak sengaja.
“ Wuadoh!” kali ini Audrey oleng. Tau-tau ada seseorang yang menahannya dari belakang. Ternyata itu… Danny. Salah! Audrey salah lihat. Itu kakak angkatnya, Billie.
“ Eh, gak boleh masuk ke sini.” Sergah Audrey.
“ Gue ke sini nyari anak gue. Ikat pinggang kostumnya ketinggalan di rumah.”
“ Ooohh... pantes aja tampang Joey udah asem gitu. Dia ada di ruang kostum.” Kata Stella sambil menunjukkan arah menuju ke ruang kostum.
“ Oke. Makasih, Stel. Good luck,ya, De.” Billie menepuk bahu adik angkatnya itu. Kemudian, dia ngacir ke ruang kostum.
“ Eh, Stell, perasaan gue kok gak enak,ya?”
“ Sama,nih, Drey. Gue juga gak enak.” Tanggap Stella.
........
“ WTFH! Woy, Joey, kalau mau hombrengan sama Danny, bilang dulu ke Kadek,kek. Jangan main langsung samber aja. Masih untung Dad yang ngeliat. Coba kalau orang lain. Mau taruh di mana wajah Daddymu ini, hah?!” terdengar amukan seorang ayah kepada anaknya yang ada di ruang kostum.
“ Waduuhhh.....Dad jangan salah paham dulu, dong! Aku tadi kepleset terus jatuh nimpa dia!!!” kilah Joey gak mau kalah hebohnya.
“ Stella, mending kita menjauh dari sini,yuk. Serem” ajak Audrey sambil menuntun Stella.

Bersambung

No comments: