-->
10 menit lagi, pertunjukkan akan dimulai. Para penonton mulai memenuhi gedung pertunjukkan. Kadek menyibak sedikit tirai penutup. Hiii.... ada Justin Bieber. Pas di samping Frank alias Tré Cool dengan kemeja kotak-kotak berwarna ungu kesayangannya. Dia lagi cengok sambil membenarkan posisi rambutnya. Padahal udah terlihat necis, eh, dia rapihin terus.
“ Ada Justin,ya?!” terka Joey lugas.
Kadek kaget. Hampir saja dia melonjak.
“I..iya. Ya..... aku kan gak tau kalau ada Justin. Di samping Mr. Cool malah.”
“ Ha! Moga-moga dia ketularan virusnya Paman Tre.”
Kadek memajukan bibirnya.
“ Aww.... masa kamu ngarepin yang enggak-enggak,sih,Yang?”
Sementara itu, Stella dan Audrey ngikik pelan mendengar percakapan antara dua sejoli tersebut.
Sepasang tangan menyentuh topi penyihir yang sedang dipakai Audrey. “ Miring,nih.” Kata Danny.
“ Oh, makasih.” Sahut Audrey.
“ Masih tegang?”
“ Yeah, sedikit.”Audrey manggut2 dikit.
Danny tau-tau menatap lekat2 Audrey (jiahhh... si Penulis ngarep banget! Emang)
“ Danny, gue bukan cowok.”
“ Ngaco!” sungut Danny. Wajahnya bersemu merah.” Jadi, lo ngedenger teriakan papanya Joey,ya?”
Baru aja Audrey mau manggut tiba-tiba terdengar suara sang sutradara.
“ Eh, Narator pertama udah maju. Udah mulai,nih,”
“ Oh,iya. Well, duluan,ya, Dan.” Pamit Audrey sambil ngacir ke panggung(sekali lagi, dia hampir ngegubrak gara-gara nginjek ujung kostumnya)
Apa yang dilatih selama sebulan ini berjalan lancar. Adegan pembukaan,sukses. Adegan Rapunzel ditaro di menara,sukses. Adegan panjat rambut, sukses( Terbukti si Justin menggeram sirik melihat adegan romance dari pasangan utama yang udah kayak Romeo dan Juliet itu. Dalem bener). Adegan pangerannya diusir sama penyihir,lancar( Saking napsunya, si Penyihir sampe hampir ngebuat si Pangeran kelilipan sapu lidi yang ceritanya dipakai buat jadi sapu terbang).
Adegan klimaks adalah pertarungan adu pedang (khusus untuk si Penyihir, dia memakai sapunya untuk mengadu)antara Penyihir dan Pangeran. Penonton dibuat tegang. Selain adegannya seru, background musicnya bernuasa seperti peperangan ala bangsa Viking (bukan fans club PERSIB,lho. Emang beneran ada ni bangsa. Hidupnya ketika di era Eropa Jebot itu,lho). Menurut cerita, Sang Pangeran dibuat buta oleh si Penyihir sebelumnye ketika si Penyihir memergoki sang Pangeran tengah mengapeli Rapunzel di menara. Namun, si Rapunzel mendikte serangan dan posisi serang untuk Pangeran. Yeah, Sutradaranya kebetulan rada-rada gokil. Gak terlalu terpaku dengan cerita aslinya.
Klontang! Sapu lidi yang dipegang penyihir mental dan hampir mengenai wajah Justin Bibir eh, salah, Justin Bieber. Masih untung langsung ditangkep Tre Cool. Si Penyihir terdiam sejenak. Lantas dia mundur beberapa senti. Mengumpulkan kekuatan terakhir,ceritanya.
“ Ha! Kali ini kamu tidak akan lolos, Pangeran. Dengan kekuatan sihirku, tubuhmu akan musnah seketika. Selama ini aku sudah bersusah payah membesarkan Rapunzel sendirian dan tiba-tiba kau datang dan dengan seenak jidatnya kamu mau mengambil Rapunzel dariku? Gak akan kubiarkan!”
“ Emangnya kau Ibuku?” seloroh Rapunzel kesel.
Penonton ngikik pelan. Termasuk Trio Green Day yang sedang melihat adegan tersebut.
Penyihirpun naik pitam Dia berlari menyerang Pangeran. Bersamaan dengan itu Pangeranpun berlari menyerang pula Dan.. tanpa disadari, dia kembali menginjak ujung gaunnya. Walhasil, dia jatuh tengkurap. GUBRAK! Ditambah lagi papan panggung tepat di atas Joey jatuh ambrol dan Joey terperosok masuk ke dalamnya. Persis seperti apa yang terjadi pada Stella ketika latihan.
Para penonton kaget apalagi, para pemainnya. Inikan gak ada di skenario. Untunglah, Danny yang daritadi cicing di sana jadi pohon buru-buru melemparkan sebongkah es kering yang tadi baru saja dia tangkap dari sutradara ke dalam sana. Diikuti pula dengan efek suara ledakan dan asap sehingga panggungpun dipenuhi dengan asap dari es kering.(Seakan-akan terlihat Pangeran jatuh dan meledak karena dihancurkan oleh Penyihir dengan sihirnya). Kemudian, para pemain maupun kru segera mengeluarkan si Pangeran dari dasar panggung.
Karena kejadian itu gak ada di skenario (Ya,iyalah!). Rapunzel dan Penyihir buru-buru berimprov tragedi guna menyelesaikan dramanya. Penontonpun hening
.........
PLOK!PLOK!PLOK! Terdengar suara tepuk tangan super keras dari tangan Justin.
“ Bravoo...Bravoo!!” Tre Cool ikut-ikutan berseru
Dan para penontonpun akhirnya bertepuk tangan meriah. HOREEEE....!!!
“ Mom, yang tadi itu si Joey beneran jatoh,kan?” tanya Jacob gak yakin.
“ Ya.” Adie manggut-manggut.
“ Jemput kakakmu,yuk.” Ajak Billie sambil beranjak keluar dari kursi dan berjalan cepat-cepat menuju belakang panggung.
“ Hebat, Joey. Pertunjukkan kita disambut meriah! Keperosokkan lo membawa berkah.” Sindir Audrey.
Joey diam saja. Dia mundung. Mundung karena si Justin nyukurin kejadian ini dan mundung karena Audrey menyindirnya. Padahal, pada dasarnya Audrey yang salah lagi .Kenapa dia pake acara jatoh terus dengan bangganya ngerusakin papan panggung? Joey pengen banget nimpuk Audrey pake sepatu boot yang sedang dia pakai. Tapi, apa daya? Kaki kanannya terkilir dan kaki yang satunya memar sana-sini. Satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah menggeram ngamuk. Audrey buru-buru ngabur mendengar geraman Joey.
No comments:
Post a Comment