Sudah setengah jam lebih Billie Joe dan Mike Dirnt menunggu Tré Cool dengan sabar di depan cafe milik Mikey. Siang itu, Trio Green Day akan makan siang bareng secara gratis dalam rangka merayakan kesuksesan tur gelombang pertama mereka.
“ Astaga, apa,sih yang dilakukan Tre selama ini? Udah ngaret setengah jam lebih tuh orang belum menampakan batang hidungnya pula.” Sungut Billie.
“ Bersabarlah Billie, mungkin saja dia ada urusan mendadak sehingga harus diselesaikan secepat kilat.” Mike mencoba menenangkan sohibnya yang mulai mencak-mencak.
“ Bersabarlah Billie, mungkin saja dia ada urusan mendadak sehingga harus diselesaikan secepat kilat.” Mike mencoba menenangkan sohibnya yang mulai mencak-mencak.
“ Atau keasyikan menata rambutnya? Dasar si Tre! Perut gue udah nge-jam mainin ‘The Static Age‘ terus-terusan daritadi.” Billie menunjukkan perutnya yang hampir keliatan sedikit membuncit.
Mike terdiam sejenak. Mencoba mendengarkan hasil jam perut Billie.
“ Gue gak denger apa-apa, Bill.” Kata Mike polos.
“ Gue gak denger apa-apa, Bill.” Kata Mike polos.
“ Maksud gue, perut gue udah keroncongan, Mikeku sayang.” Billie meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Mike.
Melihat Billie seperti mau menciumnya, Mike membuang mukanya ke samping dan melihat Tre sedang berjalan menyeberangi zabra cross menghampiri Billie dan Mike.
“ Panjang umur, akhirnya Tre datang juga!“ seru Mike senang.
“Halo, manusia-manusia homo!” sapa Tré Cool santai.
“Halo, manusia-manusia homo!” sapa Tré Cool santai.
Billie sadar bahwa dia terlihat seperti akan berhombrengan dengan Mike. Buru-buru dia melepaskan tangannya dari wajah Mike.
“ Alasan apalagi lo dateng telat?” semprot Billie sambil berkacak pinggang.
“ Baru dateng kok lo langsung ngomelin gue,sih?”
“ Gimana gue gak marah, Bodoh! Sudah setengah jam lebih gue dan Mike nungguin lo hanya gara2 lo masih sibuk dengan rambut lo!”
“ Baru dateng kok lo langsung ngomelin gue,sih?”
“ Gimana gue gak marah, Bodoh! Sudah setengah jam lebih gue dan Mike nungguin lo hanya gara2 lo masih sibuk dengan rambut lo!”
Yak, Billie Joe menduga dengan sangat tepat dan akurat. Seperti biasa, Tre Cool menyepike rambutnya. Sayangnya, kali ini rambutnya dia malah mirip rumput yang digambar oleh anak-anak TK saking sudah kepanjangan.
“ Well, Billie, setidaknya, dia datang ke sini dengan selamat sehat sentosa. Gak usah dimarahin lagi, Billie.” Mike mencoba menenangkan kembali gunung Merapi yang sedang meletus itu. Kemudian, Mike diam sejenak. Menngamati Tre.
“ Gue rasa lo musti mangkas itu rambut, Tre.”
“ Apa?! Jadi,lo gak suka rambut gue?”
“ Bukannya gitu, Tre. Rambut lo udah kepanjangan.” Kata Mike
“ Kalian semua sama aja! Gak usah bahas itu lagi,deh. Gue udah laper!” Tre ngambek. Dia mengehentak-hentakkan kakinya. Lalu, dia berjalan menuju pintu masuk cafe.
“ Gue rasa lo musti mangkas itu rambut, Tre.”
“ Apa?! Jadi,lo gak suka rambut gue?”
“ Bukannya gitu, Tre. Rambut lo udah kepanjangan.” Kata Mike
“ Kalian semua sama aja! Gak usah bahas itu lagi,deh. Gue udah laper!” Tre ngambek. Dia mengehentak-hentakkan kakinya. Lalu, dia berjalan menuju pintu masuk cafe.
Tau2 ada orang yang gak tau etitut dan membuat Tre Cool syok banget. Ketika Tre sedang menuju pintu cafe, melintaslah sebuah mobil ferrari. Kaca mobil itupun terbuka. Orang si pengendara mobil itu mengeluarkan kunyahan permen karetnya dan membuangnya keluar dengan seenak jidat. STRIKE! Lemparannya itu tepat dan mendarat ke atas rambut Tre.
“ Eh, kok kayak ada sesuatu yang jatuh di rambut gue,ya?” gumannya gak yakin. Lantas, dia menyentuh rambutnya.
1 detik kemudian.......
Sejumlah kata-kata sumpah serapah, makian, umpatan dan kata-kata yang tidak pantas keluar dari mulut seorang Tre. Para ibu yang tengah melintas bersama anaknya buru-buru menutup telingan anaknya sambil mengomel kesal. Sementara itu, Billie dan Mike ketawa terbahak-bahak.
“ Sialan lu pada! Bukannya ngebantuin gue.”
“ Nah, lo dapat ganjarannya, kan. Makanya, kalo dikasih tau nurut.” Ledek Billie
“ Bacot lu, Bill.” Omel Tre.
“ Nah, lo dapat ganjarannya, kan. Makanya, kalo dikasih tau nurut.” Ledek Billie
“ Bacot lu, Bill.” Omel Tre.
Kunyahan permen karet tersebut melekat erat di rambut Tre yang seperti rumput gambar anak TK itu. Apalagi, Tre membuatnya semakin bertambah menyelubungi rambutnya. Maka, makin ngakaklah Mike dan Billie.
Air mata Tre Cool mulai mengalir di wajahnya. Dia ceurik. Mike dan Billie berhenti tertawa. Mereka berdua menjadi iba.
“ Maaf, Tre.” Sesal Mike.
“ Mestinya gue yang minta maaf.” Kata Tre. Dia nangis memeluk bahu Mike.
Mike dan Billie saling pandang.
“ Satu-satunya jalan adalah memotong rambutmu, Tre.” kata Billie pelan.
Tangisan Tre Cool makin kencang.
“ Ya, sudah, potong saja. Gue gak mau permen karet sialan itu nempel terus di rambut gue.”
“ Maaf, Tre.” Sesal Mike.
“ Mestinya gue yang minta maaf.” Kata Tre. Dia nangis memeluk bahu Mike.
Mike dan Billie saling pandang.
“ Satu-satunya jalan adalah memotong rambutmu, Tre.” kata Billie pelan.
Tangisan Tre Cool makin kencang.
“ Ya, sudah, potong saja. Gue gak mau permen karet sialan itu nempel terus di rambut gue.”
Akhirnya, Billie dan Mike mengantar Tre Cool ke salon pria terdekat untuk memangkas rambut Tre Cool. Batal,deh makan siang secara gratis.
*ceurik: nangis
No comments:
Post a Comment