Saturday, April 24, 2010

The Freak Tale of Green Day in: Tagihan Telepon.

Hujan sedang turun di pagi hari. Mike Dirnt melirik arlojinya yang ada di tangan kirinya. Pukul 10lewat 28 menit. Rumah sedang sepi karena Stella masih ada di sekolah. Dipandanginya tagihan teleponnya yang membengkak sekitar 50% dari tagihan yang biasanya dia bayar. Ternyata, surat itu sudah 2 minggu yang lalu nyampe ke rumahnya. Batas membayar tagihan teleponpun sudah lewat sepuluh hari. Jadi, dia mesti membayar tagihan telepon dengan dendanya. Pusing tujuh kelilinglah dia. Maka, dia memanggil BJ untuk ke rumahnya sekarang.
“ Billie, lo bisa ke sini,gak?” tanya Mike lewat handphonenya.
“ Schedule gue lagi kosong. Kenapa?”
“ Pokoknya lo kesini. Gue gak bisa lama-lama nelpon lo.”
“ Kenapa Mike? Biasanya lo seneng banget nelpon gue. 10 menit ngomong ada.”
“ Arrghhh!!! Gue yang ke rumah lo aja,deh.” Putus Mike dongkol. Takut tagihan telepon bulan depan makin membengkak.
“ Ya,udah. Cepet,ya. Rumah gue sepi banget. Adie ke Atomic Garden sampai tutup.” Billiepun menutup gagang telpon rumahnya.
10 menit kemudian, sampailah Mike ke rumah Billie.
“ Hai, Bill” sapa Mike begitu pintu rumah Billie dibuka oleh si empunya rumah.
“ Hai, Mike. Ayo masuk.” Ajak Billie. Dia mengajak Mike untuk duduk di meja makan.
“ Kayaknya lo lagi kesel banget. Kenapa? Stella buat ulah lagi?” tanya Billie sambil menuangkan teh untuk sohibnya itu.
“Gak juga. Cuman, ini,lho!” Mike mengambil kertas tagihan telepon yang dia lipat dari sakunya dan menyodorkannya kepada Billie. “ Coba baca,deh.”
Billie membuka dan membaca lipatan kertas tersebut.
“ Gilaaa....!!!” seru Billie kaget.” Tagihan telepon lo membengkak 50% !”
“ Iya. Ini semua gara-gara gue menyetujui Stella jadi ceweknya Atchu.” Mike menyeruput sedikit teh yang Billie buat.
” Mestinya gue mengintrogasi Atchu terlebih dahulu bila pengen jadi ceweknya anak gue. Lo sendiri gimana?”
“ Gue? Fine-fine aja.” Jawab Billie santai.
“ Kok bisa? Padahal, Joey,kan doyan banget yang namanya hang out bareng pacarnya itu. Belum lagi ade lo yang baru jadi cewek kakak kelasnya si Joey. Siapa namanya itu...”
“Danny.”
“ Iya, Danny.”
“ Gini, Mike. Gue selalu mengintimidasi kecil-kecilan ke Danny supaya gak kebangetan sering mantengin telepon dengan ade gue. Terus, gue juga selalu ngingetin Joey untuk gak mantengin telepon juga dengan Kadek. Walhasil tagihan telepon gue paling banter cuma naik 10% dari biasanya. Tapi, tagihan listrik gue yang ngebengkak. Ade gue kutu komputer. Mantengin terus laptop gue.”
“ Jiah, berarti sama aja,dong. Tapi, usul lo bagus juga. Makasih,ya Bill.” Mike memeluk Billie.
“ Gue sesek napas,cuy!” Billie megap-megap.
Sorenya, Stellapun pulang. Mike yang tengah membaca koran sambil menikmati kopinya terbelalak kaget ketika melihat Stella dibalik jendela. Selain menculik Audrey dan Kadek ke rumah, si Atchupun ikut terculik.
“ Nah, ini dia,nih, si pembuat tagihan telepon jadi bengkak.” Guman Mike. Dia memutuskan untuk mengikuti apa yang Billie lakukan terhadap Danny.
“ Ayahhhh...Stella udah pulang,nih.” Stella memanggil-manggil ayahnya.
Maka, Mikepun membuka pintu.
“ Sore, Mike. Numpang ngerjain tugas,ya” kata Audrey.
“ Oh, jadi kalian ke sini mau karena ada tugas kelompok?”
“ Yoy, Mike.” Sahut Kadek.
“ Selamat sore, Sir.” Sapa Atchu dengan hormat.
“ Selamat sore, Nak.” Balas Mike cuek.
Setelah mempersilahkan masuk, Mike pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk teman-teman Stella.
“ Para cewek, tolong bantuin masak air,dong.” Pinta Mike.
“ Kenapa,Yah? Kitakan lagi sibuk. Masa masak air aja sampai minta bantuan,sih?” tolak Stella yang tengah menggelar kertas manila berwarna biru langit.
“ Kalian,kan yang biasa masak. Ayah sudah gak jago lagi,nih.” Ales Mike.
Triple cewek gokil ini saling pandang. Namun, mereka tetap melaksanakan apa yang Mike minta walaupun mereka menaruh kecurigaan yang sangat mendalam kepada Mike.
“ Ayahmu kenapa,sih?” tanya Audrey
Stella mengangkat bahunya.
“ Waduh, Stell, apa jangan-jangan Mike menaruh racun di minuman buat Atchu,ya.” Kata Audrey ngasal.
“ Parah,lo. Seorang Pritchard mana mungkin melakukan perbuatan sekeji itu. Bisa dituntut di meja hijau,tuh.” Kadek mengambil gula di rak paling bawah.
“ Tapi, bisa aja bener. Coba periksa gelas-gelasnya.” Stella merasa cemas.
Merekapun memeriksa gelas-gelas yang telah disiapkan oleh Mike di meja makan. Tak ada tanda-tanda racun dari gelas milik Atchu.
“ Atau jangan-jangan, bokap gue udah tau tagihan telepon yang gue sumputin beberapa hari yang lalu.” Kata Stella
“ Hah? Apa hubungannya?” tanya Kadek
“ Waktu itu, gue ngeliat ada surat masuk di kotak. Nah, pas gue baca, ternyata, itu surat isinya tagihan telepon. Bengkak 50%. Jadi....”
“ Mike menyuruh kita membuat minuman hanya untuk mendamprat Atchu yang ada di ruang tamu.” Simpul triple cewek gokil ini bersamaan. Kecuali Stella. Dia menyebut Mike dengan panggilan “Ayah.”
“ Aduh, bisa berabe,nih.” Keluh Stella panik.
Lantas, Stella, Kadek dan Audrey segera bergegas menuju pinggir ruang tamu guna mengintip apa yang Mike lakukan terhadap si Atchu. Positif! Terlihat Atchu gemetar ketakutan akibat tatapan mata biru Mike yang terlihat keji terhadapnya dan geraman Mike yang sungguh menakutkan.
“ Alamak, Stel. Kali lain lo langsung serahin itu surat daripada jadi gini ceritanya. Kan jadi berabe.”
“ Yang salahkan penulis. Kok ngebuat gu jadi nyumputin surat tagihan telepon.”
“ Jiah, elu malah nyalahin penulis. Kalau udah telanjur basah gini ya mau dibegimanain lagi?” Audrey malah membela penulis.
Stella mengambil napas sejenak. Kemudian, dia berjalan tenang menuju ruang tamu.
“ Ayah. Lagi ngamong apa sama Atchu? Kok kayaknya seru banget?” kali ini Stella mecoba suaranya dimanis-manisin.
“ Oh, Ayah cuma mengobrol berita masa kini dengannya.” Mike kembali berbohong. Padahal jelas-jelas si Atchu keliatan ketakutan gitu.
“ Stel, aku pulang duluan,ya. Tugasnya kita kerjain besok. Gue lupa ternyata gue mesti masak buat Atash. Bo-nyok pulang malam.” Atchu pengen banget angkat kaki.
“ Hmmm..ya, sudah. Besok kerjain di mana?”
“ Di rumah Kadek aja.”
“ Oke,deh. Sini kuantar sampe depan pintu.”
“ Oh,iya,Stel, gue juga mesti pulang. Koko gue mencak-mencak nyuruh masak makan malam” Kata Audrey. Dia baru saja mendapat sms dari Billie.
Kadek memandang Stella. Kalau ngerjain Cuma berdua saja pasti gak fair. Maka, mereka berempat memutuskan untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut besok saja di rumah Kadek.
Stella merasakan firasat buruk yang akan terjadi setelah teman-temannya pulang. Tapi, dia pendam dalam-dalam.
Benar saja. Begitu Atchu, Kadek dan Audrey baru berjalan sejauh 100 meter. Terdengar semprotan Mike membahana. Dia tengah mengomeli putrinya atas apa yang Stella perbuat dengan surat tagihan telepon mereka.

2 comments:

Wilhelmina Marshall said...

kwkwkwkwkkwkwkwkwkwwkwkwkkwkwkwkkw
untung gue gak pernah bikin tagihan loncat paling listrik

atash_atchu said...

berita masa kini? parah amat camer gue xDDDD

kesian tuh si Stella Pritchard