Thursday, April 22, 2010

Talk About Writing

Bermula dari zaman TK B. Setelah gue bisa membaca dan sering didongengi oleh nyokap saat tidur, gue jadi gemar banget yang namanya membaca cerita dongeng, cergam, komik sederhana dan cerpen. Nah, efek sampingnya baru terlihat ketika gue sudah duduk di kelas 2 SD. Gue jadi senang mengarang cerita dongeng, fabel dan cerpen. Kebiasaan ini justru muncul sebelum gue menekuni lagu-lagu seriosa. Akibatnya jari tengah kanan gue membengkak gara-gara berpacaran terus dengan alat tulis sampai sekarang.
Gue masih inget karangan pertama gue adalah seorang anak kecil yang cerobohnya minta ampun. Konfliknya, gue buat dia makan kue punya kakaknya. Oke, ini namanya salah kaprah. Si tokoh utama bukan ceroboh tapi, makan kue tanpa nanya orang dulu.

Kemudian, gue berlanjut dengan cerita dongeng yang rada-rada aneh sensasinya. Kebetulan, gue terinspirasi dongeng berjudul “Pangeran Angsa”. So, gue mencoba untuk membuat dongeng seorang putri bernama Lisa yang mempunyai 10 kakak cowok (Buset, nyokapnya kuat juga ngelahirin anak). Ceritanya, ketika Lisa berumur 10 tahun, Permaisuri alias ibu kandungnya meninggal gara-gara sakit keras. Terus, Si Raja nikah lagi. Ibu tirinya ternyata Penyihir. Nah, si Penyihirnya ini rupanya jahat. Dia meracuni si Raja hingga mati agar dia dapat merebut kekuasaanya sekaligus kekayaannya(Selanjutnya, gue akan menceritakannya di lain hari).

Tapi, setelah gue pikir-pikir, gue ternyata memplagiat jalan cerita. Ya, guepun membuat karangan yang lain. Tentang sekeluarga yang difitnah mencuri harta kepala desa. Nah, bagian jeleknya, gue gak nyeritain sebenarnya siapa pelakunya dan apa yang dicurinya. Poko’e klimaks gue buat ceritanya sekeluarga itu tewas dalam menyelamatkan rumah kepala desa yang kebakaran akibat kompornya meledug.Contoh-contoh ini merupakan karya permulaan gue. Kemudian, ketika gue masuk kelas 3, kebiasaan ini terhenti karena gue beralih ke bidang menggambar dan nyanyi hingga gue kelas 7.

Setelah gue mulai sering berinteraksi dengan Yunita, hobi menulis gue yang terpendam muncul lagi. Itu karena gue mulai membaca karangan Yunita dan sohib gue sejak TK. Kocak-kocak. Kadang gue ngakak sendiri ngebacanya. Sebut saja “Billie Joe Code” karya mereka berdua. Fanfic ini bikin kami bertiga ngakak abis. Sayangnya, Itu buku hilang bak tertelan bumi.

Kebetulan waktu kami kelas 7, Yunita ikut ekskul mading. Gue selalu gak sabar untuk menunggu hari Jumat soalnya, dia menempel karangannya di papan setiap hari Kamis sehabis sepulang sekolah, di mana ekskul madingnya dimulai .

Kedua sohib gue ini membuat gue terinspirasi dan terpacu untuk membuat cerita lagi. Masalahnya satu. Sifat gak mau kalah gue. Efek sampingnyapun ngena banget. Bahkan Yunita sampai berhenti jadi fans Green Day gara-gara gue terlalu fanatic dengan Green Day. Untung aja penyakit gue yang satu ini mulai teratasi.
Hingga saat ini, karangan gue dapat kalian baca diblog gue. Fanfict yang gue buat saat ini terinfluence maupun terinspirasi dari kedua sohib gue yang telah memperkenalkan karya duet mereka itu. Many thanks to you, guys, you're bright my day for this thing. 

No comments: