Thursday, December 31, 2009

The Freak Tale of Green Day in: Danny


-->
Suatu siang Billie tidak dapat menjemput kedua putranya yang masih di sekolah. Dia sibuk mengurusi pita kaset-kaset contoh rekaman Green Day tahun 90an yang mulai pada kusut bersama Mike. So, dia meminta Tré Cool untuk menjemput anak2nya dan tambahan, mengantarkan Audrey ke toko buku. Sudah menjadi nasib Audrey tidak tau kalo Tré menyetir mobil seperti layaknya seorang bar-bar. Selama perjalanan, Audrey sedikit takut ketika Tré sedang melaksanakan aksi gilanya itu.
Sampai di sekolah Joey dan Jake, buru-buru Audrey keluar dari mobil untuk mencerahkan mukanya yang memucat.
BUG! GABRUK! Sialnya, seorang cowok melintas di dekat mobil Tre dan terkena hantaman pintu mobil yang Audrey buka. Orang itu terjatuh.
“ Oww…. Sorry2, kau gak apa-apa,kan?” Tanya Audrey seraya menghampiri orang yang kena hantaman pintu mobil.
“ Wew, gak kusangka Audrey bisa bikin cowok cungkring KO.” Sindir Tré dengan tampang innocent
“ Ehemm… gue gak sengaja,cuy,” Kilah Audrey.
“ Gak pa-pa,kok. Gue baik-baik saja. Lagian bukan salah lo,kok. Guenya aja yang dudul. Ngapain juga gue ngelintas di dekat mobil orang.” Kata cowok itu.
“ Yakin lo gak pa2? Jidat lo udah kayak batu safir gitu. Sini, biar gue bantu lo bediri.” Audrey mengulurkan tangannya. Si cowok itu meraih tangan Audrey dan bangkit.
JDUG! Mendadak Audrey merasa jantungnya berhenti. Dia mengenal wajah cowok itu. Sangat kenal. Itu Danny! Cowok punjaannya yang cungkring-berrambut-hitam-bermata biru itu sebelum dia mengenal kakak angkatnya. Audrey merasa beruntung sekali. A-haayy!!!
“ Hey, Dey, Udey!!” Joey menjentikkan jarinya di depan wajah Audrey.
Si cewek ini tersadar dari lamunannya. “ARRGGHHH! KENAPA GUE NGELAMUN!!” Pekik Audrey dalam hati.
“ Wow, Danny, jidat yang bagus.” Sindir Joey.
“Sopan bener,lo.” Omel Danny
“ Permisi, mau nanya. Lo..Danny Fenton?” Tanya Audrey untuk meyakinkan pandangannya.
Cowok bernama Danny Fenton itu bengong.
“ Darimana lo tau namaku?”
“Ngg…Dari Joey.” Audrey berbohong.
“Apa? Gue..” BUG!” Aduuhhh!!!” Audrey menginjak kaki keponakannya itu. Si Joey loncat-loncat kesakitan.
“ Hei, Joey, loncatannya mirip sekali seperti kanguru.” Tre nyengir.
“ Paman T, kau ngejek ato muji,sih? Sungut Joey mencoba untuk kembali normal.
Kembali lagi ke Audrey dan Danny yang masih bercakap-cakap (ketika Joey masih mengaduh-aduh kesakitan).
“ Kenalkan nama gue Audrey.”
“ Ah,iya. Joey pernah cerita kalo dia punya tante angkat. Gak nyangka lo itu adik angkatnya Billie. Wow, beke2 ternyata lo kuat juga, ya bisa nginjek Joey sampe kayak,gitu.” Danny memuji Audrey. Yang dipuji berusaha untuk tetap stay cool(walaupun dalem hatinya pengen loncat2 seneng)
“ Eh, he..he.. makasih. Itu pelajaran buat dia supaya lebih bersikap sopan kepada kakak kelasnya.”
Danny membulatkan matanya.
“ Baru kali ini gue ketemu orang yang membela gue.” Katanya lirih.” Lo tau, gue termasuk loser di sekolah.”
“ Mengapa lo berkata demikian kalo lo ngerasa loser? Apa karena lo di-bully anak2 kelas 13 dan adik kelas lo yang contohnya seperti itu?” Audrey menunjukkan jarinya ke arah Joey. Danny mengangguk.
“ Well, di kampung halamanku, kakak kelasku akan tetep ngelabrak adik kelasnya biarpun dia adalah seorang loser. Hmm.. kenapa lo gak menunjukkan kelebihanmu?” saran Audrey.
“ Gue gak mau sombong.” Jawab Danny.
“ Ya, itu terserah lo, Dan. Btw, jidat lo mesti segera dikompres sebelum tambah bengkak lagi.”
“ Thanks udah ngebela gue. Seperti anjuran lo, gue mau ke UKS. Bye." Dannypun berlalu.
“ Bye.” Balas Audrey seraya memandang Danny terus sampai dia masuk lagi ke sekolah menuju ruang kesehatan.
* * *
Cukup lama setelah Audrey pulang dari toko buku, lagu2 Ciptaan Billie dkk yang bertema cinta mengalun keras di kamarnya. Sebut saja Last Night on Earth, Viva la Gloria!, 80 (Adie yang mendengarnya langsung tersipu-sipu malu sedangkan, Billie Cuma cengengesan doang), Redundant, Church on Sunday dan 2.000 Light Years Away. Wew, cukup membuat polusi suara serumah. Jake yang udah gak tahan lagi langsung saja dia pergi menuju kamar Audrey.
“ Drey, plis kecilin volumenya. Gue lagi belajar.”
“ Eh, sorry. Gue lupa lo besok ada ulangan mate.” Audreypun mengecilkan volume lagu2 yang dia dengar dan beralih ke headset.
Billie bingung ngeliat kelakuan adiknya hari ini. Apalagi Stella dan Mike yang lagi berkunjung (Stella meminta orang2 serumah untuk tidak memanggil Audrey yang masih di kamar karena mau berdiskusi dengan Joey).
“ Hey, tante lo itu kenapa,sih?” Tanya Stella memulaikan diskusinya.
“Tak tau,lha. Dia jadi kayak gitu semenjak ketemu kakak kelas gue. Anehnya dia udah tau namanya. Padahal gue belum ngasih tau apa2. Mana pake acara bohong lagi.” Kemudian Joey menceritakan semuanya apa yang terjadi sore tadi.
“ Jangan-jangan..dia lagi in love sama kakak kelas lo.” Simpul Stella.
“ Hah??!! Gak mungkin! Danny?!”
“Apa?! Danny! Pantes aja. Dulu Audrey pernah cerita. Sebelum dia tau babe lo, dia pernah ngincer cowok bernama Danny. Waktu itu dia ngeliat Danny di layar kaca. Panjang deh cerita. Kalo itu beda story. Awalnya,sih dia cuma ngefans aja. Gue juga fansnya,sih. Suatu hari Audrey pernah bilang kalo dia ternyata naksir Danny.”
“ Parah! Yang bener aja si loser itu punya penggemar.”
“ Entar, Joey gue belum beres cerita. Nah, setelah tau kalo Danny pacaran sama cewek lain yang namanya Sam, jelas aja Audrey sedih banget. Akhirnya dia sekarang hanya sebatas fansnya aja.”
Joey hanya bengong mendengar cerita itu.
“ Terserah,lha lo mau percaya ato tidak. Yang penting gue juga mau kasih tau lo tuh harus respect dengan Danny. Biarpun dia seorang loser buat lo, dia itu senior lo.” Stella memberi nasihat.
“ Buat apa? Badan diakan cungkring. Gue jauh lebih besar darinya.” Sahut Joey angkuh.
“ Hem.hem.. jangan salah. Lo mau ngerasain injakan gue lagi terus mungkin aja beralih dengan tendangan?” ancam Audrey. Rupanya dari tadi Audrey mendengar percakapan mereka.
“ Yak, itu maksud gue. Tambahan, lo mau gak ngerasain jotosan gue?” Stella memukul-mukul telapak tangan kanannya dengan tinju tangan kirinya.
Mike yang melihat gelagat putrinya itu langsung menarik Stella dari sofa dan menyeretnya beberapa senti.
“ Oke, Stel. Ayah gak mau kamu ngerusuh lagi dengan anak orang. Apalagi anaknya Billie.”
“ Ayah, aku tadi cuma ngancem doang bukannya ngajak berantem.”
“ Stella Cuma bercanda aja, Mike.” Jelas Audrey.
Mike melepas Stella. Dengan santainya, Stella balik lagi ke sofa.
“ Terserah kalian,deh. So, tadi lo nguping dan cerita itu bener?” Tanya Joey ke Audrey.
Audrey hanya bisa cengengesan. “ Iya. Ya udah,sih sepele.” Tanggapnya cuek.
“Sok stay cool banget,sih.” Dumel Joey dalem hati.
note: untuk mengetahui Danny lebih lanjut, kalian bisa liat info2nya di sini

No comments: