Catatan: hanya cerita fiksi belaka.
Sore di musim gugur ini, hujan mengguyur permukaan bumi dia daerah Café Rudy’s Can’t Fail
milik Mike Dirnt yang sedang tutup. Si Jangkung ini tengah menunggu sohib sejak kecilnya, Billie Joe Armstrong di cafenya bersama sang Drummer dari Green Day, Tré Cool. Suhu di ruangan sungguh rendah. Celakanya, pemanas ruangan sedang tidak berfungsi dengan baik. Padahal, pemanas itu telah Mike beli sekitar 2 tahun yang silam. Tapi, mengapa sekarang rusak? Hmmm..mungkin dia membeli produk yang murah mutunya(alias Made In China, gitu,lho).
Pria bertubuh jangkung-agak ceking ini menggigil kedinginan. Dipakainya sweater yang dia bawa. Tapi, tetap saja dia kedinginan. Berbeda dengan Tre Cool yang lemaknya bejibun. Malah, dia hanya memakai kemeja santai kesayangannya yang dipadukan bersama celana pendek kewer2.
“ Tré…” panggil Mike lirih. Dinyalakannya mesin kopi yang ada di atas mejanya.
“ Apa?” tanggap Tré yang baru saja meneguk setengah susu coklat dinginnya.
“ Lo gak kedinginan apa?”
Tré menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Gue malah ngerasa panas banget. Gerah!”
Mikepun terdiam. “Iya deuhhh.., yang badannya tambun mah beda”. Batin Mike . Dia sirik dengan Tré yang mempunyai banyak tumpukan lemak.
“ Anyway, si Billie nyuruh kita ngumpul di sini. Dan dia sekarang belum dateng-dateng juga.” Kata Tré sambil meneguk habis susu coklatnya.
Mike memandang keluar jendela. Hujan masih saja turun dengan derasnya. Billie sudah ngaret setengah jam dari waktu yang dia tentukan sendiri.
“ Kejebak macet kali.” Ujar Mike.
Baru saja Mike berkata seperti itu, sebuah 67 Ford Fairlane berwarna biru melaju cukup kencang menuju Café Rudy’s Can’t Fail dan ngépot sekali ketika tiba di tempat tujuan.
“ Panjang umur! Billie akhirnya datang juga.” Kata Tré senang.
“ Eh, siapa tuh?!” Mike agak kaget. Dia melihat Billie turun dari mobilnya dan bersamaan dengan itu, seorang cewek yang tingginya tidak melebihi dari bahu Billie turun dari mobil. Mereka berdua memakai payungnya masing-masing. Si Billie pake payung gede warna Hitam-merah-putih, sedangkan cewek itu memakai payung lipat berwarna hitam dengan hiasan not-not balok warna putih.
“ Paling si Adie.” Kata Tré sekenanya. Dia tidak memandang jendela. Malah asyik mengamati gelas yang dia pakai untuk minum susu coklat dinginnya.
“DODOL! Istri si Billie tingginya tidak kurang dari bahu si Billie kali! Lo liat ke jendela, dong!”
Tré berpaling dari pengamatannya terhadap gelasnya ke jendela.
“ Eh,iya,ya. Yang ini lebih beke dari gue.”
Pintu café terbuka. Billie dan cewek itu menutup payungnya.
“ Sorry, telat. Tadi gue ngejemput ade gue dulu di bandara. Pesawatnya delay katanya.” Jelas Billie.
Mike dan Tré bengong. Rasanya, Billie gak pernah ngemeng tentang adiknya.
“ Ade lo yang ini?” Tanya Mike sambil menunjuk ke arah cewek beke itu.
“ Tul! Kenalin, namanya Audrey.”
Si cewek yang Tre bilang beke itu tersenyum manis." Hai." sapanya singkat.
Tré memelototi Audrey. Pelototannya membuat Audrey bingung.
“ Napa, Tré?”
“ Lo gak ada mirip-miripnya dengan Billie. Makanya gue melototin lo.”
“ Hush!” Mike menyenggol lengan Tre. Menyuruh untuk tutup mulut.
“ Gak pa2, Mike. Wajar,kok si Tré nanya gitu. Koko Billie emang anak bungsu dari 6 bersaudara. Gue ade angkatnya.”
“ Buh!!” Tré menahan tawa. Mike cuma senyum2. Billie cemberut. “ Wakakak!!! Koko Billie?!! Huahahahahaha..” Tré tertawa gila sambil memukul-mukul meja.
" De,kali lain manggilnya Billie aja. Gak usah ada kata 'koko'-nya.Dan gue bukan orang China." bisik Billie kepada adik kecilnya.
"Ngg... gimana,ya. Rasanya cuma manggil namamu saja gue gak enak hati." Audrey balas berbisik.
" Udah, gue izinin kok. Gak apa2." kata Billie ngotot.
“ Bil, sejak kapan lo punya ade angkat?Lo gak pernah cerita2 ke kita2.” Tanya Mike.
“ Empat bulan setelah gue nikah . Si nyokap malah gak ngasih tau gue coba kalo dia ngadopsi anak . Dia baru ngasih tau belakangan ini setelah ade gue ngehubungin nyokap.”
“ Gini, Mike. 2 bulan setelah Mama Ollie mengadopsiku, bo-nyok kandung ngejemput gue balik dan tinggal di Indonesia. Gue baru tau kalo gue adalah ade angkat Billie pas gue berumur 13 tahun.” Jelas Audrey.
“ Kenapa ortu kandungmu gak ngasih tau dari dulu?”
“Baru inget pas gue ngefans band kalian. Gak apa,lha. Justru ini malah jadi kejutan buat gue.” Jawab Audrey santai.
“ Oh, gitu toh.” Tré manggut-manggut ngerti.
“ By the way,anyway,busway, itu siapa yang lagi bikin kopi? Luber,tuh.” Kata Audrey sambil menunjuk coffeemaker yang ada di meja bar.
“MAMPUS!! Kopi guee..!!” seru Mike panik yang langsung ngacir ke tempat si mesin kopi. Teringatlah dia akan kopinya.
“ Ha..ha..ha..! Makanya kali lain minum susu coklat dingin kayak gue,dong.” Ejek Tre gak nyambung.
“BACRIT*! DIEM KAU, WRIGHT!!”bentak Mike sebel. Dia hendak mengangkat teko yang ada di coffemaker
“ Eh, Mike, sebentar, jangan dipegang du..”
“ ADAAAUUWWW…!!!” perkataan Audrey terpotong oleh jeritan Mike. Rupanya pegangan teko coffeemaker itu panas luar biasa ketika Mike memegang teko itu. Mike buru-buru melepaskan tangan kirinya dari teko. Pemandangan yang cukup tragis. Telapak tangan kiri Mike langsung memerah dan sedikit melepuh.
“ Tuh,kan. Ngangkat teko kali laen pake isolator,napa. Pake cempal kek.” Billie mengambil tangan kiri Mike dan menyiramnya dengan air kran. Mike hanya bisa meringis saja.
“ De, kalo gak salah gue naro salep bioplacenton di kotak obat,deh. Kotaknya ada di pojok situ.” Perintah Billie ke adiknya sambil menunjukkan lokasi kotak obat. Audreypun melaksanakan perintah kakak angkatnya itu.
“ Masih untung tangan kiri yang kena, Mike.” Kata Audrey setelah mengoleskan salep itu.
“ Untung,sih, untung, Drey. Tapi, gimana si Mike kalo cebok nanti pas ke toilet?” samber Tre seenaknya dengan cengiran jahilnya. Langsung perkataan Tre itu disambut oleh tawa ngakak Audrey dan Billie. Sementara itu, wajah Mike memerah malu sekaligus kesal dengan drummernya yang satu ini.
PLETAK!! Mike menghadiahi Tre sebuah jitakan di kepala Tre dengan kepalan tangan kanannya.
Begitulah para personil Green Day berkenalan dengan adik kecil angkat dari Billie.
Keterangan:
Bacrit: Bacot dan Anjrit.
Istilah umpatan yang diciptakan dari salah satu temen sekolah gue.
No comments:
Post a Comment